Download E Book Dahsyat
Silahakan Anda Download E-Book:
MEMBUAT UANG ANDA BEKERJA
Silahkan isi Kolom dibawah ini dan E-Book akan kami kirimkan kepada anda:

Nama Anda
Email Anda
Hal Dahsyat Lain? Silahkan Klik Link Dibawah Ini:

Minggu, 11 Desember 2011

Cover Perusahaan


Pastinya banyak dari Anda sekalian yang dicover oleh Perusahaan untuk uang penggantian kesehatan. Saya dulu pun dapat dari kantor dengan system reimburse 1x gaji setiap tahunnya. Jadi kalau sakit, saya bisa reimburse ke kantor max nilainya tidak boleh melebihi 1 bulan gaji.
Dan ada juga perusahaan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Asuransi untuk ambil asuransi corporate. Yang covernya lebih luas tergantung dengan jabatan.
Tentunya sangat meringakan bagi pegawai. Daripada harus bayar obat dan rumah sakit sendiri. Mana gaji gak seberapa. :D
Tapi kadang juga saya bingung sama orang yang ANTI ASURANSI. Kenapa? Coba deh Anda menelaah lebih lanjut bagi Anda yang Anti Asuransi. Jika ada dua perusahaan anggap saja A dan B. Dimana perusahaan A menyediakan asuransi kesehatan sedangkan perusahaan B tidak. Anda akan pilih yang mana?
Jawabannya pasti 100% pilih yang A. Kenapa? Karena kesehatan karyawan diperhatikan. Dan Anda tidak perlu menguras uang untuk berobat. Siapa pun akan pilih perusahaan A. bahkan kadang kalau Anda interview di sebuah perusahaan, Anda akan tanya fasilitas untuk Anda kan? Dan salah satunya yaitu apakah Anda dapat penggantian Asuransi atau tidak?
Jadi jelas sudah, bahwa TIDAK ADA orang yang Anti Asuransi. Yang ada hanyalah : Orang yang Tidak mau Berasuransi Sendiri.
Kenapa tidak mau berasuransi sendiri? Karena itu akan mengurangi uang mereka.
Nah, pertanyaannya yaitu :
1.      Kalau ada perusahaan Asuransi yang bukannya mengurangi uang Anda dan malah menambahnya, apakah Anda masih juga tidak mau?
2.      Sampai kapan Anda yakin, bahwa Anda bisa bekerja di perusahaan itu? Apakah Anda merasa bahwa ketika Anda sudah tidak produktif lagi, Anda tetap akan dipakai dan akan tetap mendapatkan perlindungan Asuransi? Terlebih jika Anda sudah sakit kritis? Perusahaan bukan lembaga social yang memberikan uang dan perlindungan cuma-Cuma. Semua pasti ada timbal baliknya. Kalau Anda sudah tidak lagi produktif, atau ada tenaga lain yang lebih produktif, Anda bisa ditendang langsung dari perusahaan. Karena perusahaan pun butuh orang-orang produktif yang bisa menghasilkan karena mereka lembaga komersil.
Nah, bedanya Anda berasuransi sendiri di Prudential, Anda akan selamanya dicover selama Anda menjadi nasabah. Meski Anda tidak lagi membayar premi karena sakit kritis. Uang Anda pun berkembang banyak dan bukan hanya mendapat bunga 1% dengan kemungkinan habis karena ada ATM.
Jadi bagi Anda yang merasa save sudah mendapat tunjangan kesehatan dari perusahaan, sampai kapan Anda akan tetap dipertahankan oleh perusahaan? Sampai kapan Anda akan tetap produktif? Dan kalau sudah tidak produktif, Anda dicover sama siapa kalau sakit? Dapat uang tidak, mengeluarkan uang iya.
Pernah kah Anda berpikir ke sana?
      Jika tidak pernah, saatnya Anda berpikir ulang.

Baca Selengkapnya - Cover Perusahaan

Mau Jaga Lilin?


“Mas, mau kaya?” tanya saya.
“Mau dong,” jawab Mas A
“Kalau Mba, mau kaya?” tanya saya.
“Ya jelas lah,” jawab Mba B.
“Kalau gitu, nabung ya. Bisa bikin kaya dan juga terproteksi.”
Keduanya langsung menjawab, “Nggak ah!”
:D
Bisa dilihat, kan? Kadang orang mau hasilnya saja. Tapi tidak mau prosesnya. Dan mau yang instan, tidak mau berusaha.
Salah satu cara untuk kaya adalah nabung. Malah satu-satunya cara! Bayangkan saja, anggap Anda punya perusahaan dengan omset milyaran per bulan. Tapi kalau gaya hidup Anda tidak terkontrol dan uang yang dihasilkan langsung dibelanjakan dan ludes, apa itu artinya Anda kaya? Iya kalau besok omset yang didapat berlimpah dan tidak rugi. Kalau rugi, bagaimana?
Kekayaan menurut saya adalah kondisi saat Anda berlebih dari kebutuhan Anda. Dan untuk menjamin terus kaya dengan cara memiliki simpanan agar ketika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa menggunakan simpanan itu dan tidak pusing untuk memenuhinya.
Contoh simple. Anda punya hajatan, anggap anak sunatan, dan butuh uang banyak untuk mengadakan pesta khitan. Nah, Anda tidak pusing dengan dana karena Anda kaya dan kekayaan Anda disimpan dengan baik. Jadi ketika dibutuhkan, Anda hanya tinggal mengambilnya.
Beda kasus kalau Anda punya banyak harta benda, sebut saja 5 mobil, tapi saat Anda butuh uang Anda menjual salah satu mobil. Apa itu bisa disebut kaya? TIDAK!
Orang yang benar-benar kaya tidak akan mengurangi kekayaannya, tapi akan terus bertambah. Oleh karenanya, dibutuhkan menabung. Karena kalau dikurangi, semua juga akan ada habisnya.
Mau harta Anda habis?
Enggak, kan?
Nah, balik lagi mengenai proses kaya. Menjadi kaya itu tidaklah mudah. Butuh  proses, usaha dan niat. Kalau hanya ada niat tapi tidak mau berusaha dan tidak sabar dengan prosesnya, gak akan pernah jadi kaya. Memangnya hujan uang? Semua juga butuh proses dan waktu, Bung!
Hampir semua orang di dunia ini menjadi kaya karena awalnya mereka berusaha dengan tekad kuat menjadi kaya. Dan butuh waktu. Tidak dalam hitungan hari menjadi kaya. Bahkan ada yang mencapai puluhan tahun.
Dan kalaupun Anda terlahir kaya, memangnya orang tua Anda tidak berusaha? Apakah kakek nenek Anda diam saja? Tidak! Semuanya pasti berusaha sedikit demi sedikit. Dan dengan menabung, mereka bisa mengumpulkan seperak demi seperak yang menjadi gunung perak kekayaan.
Itulah kenapa dari kecil kita selalu diajari untuk menabung. Karena yang namanya nabung, tidak ada yang merugikan. Asalkan nabungnya benar dan mengelolanya dengan baik alias dibiarkan berkembang. Bukan hanya disimpan. Kalau ditaruh di bawah bantal atau di celengan sih gak akan berkembang banyak. :D
Bahkan kalau mau kaya secara instan, juga butuh usaha. Misalkan jaga lilin, Anda harus tetap berusaha mencari mangsa, jaga lilin supaya tidak mati, dan resikonya besar sekali. Mau menukar hidup Anda yang sesaat di dunia dengan hal-hal klenik yang bikin hidup kekal Anda di akhirat sengsara?
Jadi, saudara-saudara, jika Anda memang berniat kaya dan sungguh-sungguh dengan ucapan Anda, jangan lah memandang rendah orang yang menawarkan cara menjadi kaya kepada Anda. Toh yang ditawarkan bukanlah hal negatif. Dan Anda pun bisa mempelajari lebih dulu apa yang disodorkan kepada Anda. Anda makhluk yang diberi akal pikiran. Pergunakanlah hal itu dengan berpikir lebih cerdas. Semua itu juga kan untuk Anda sendiri.
Sekali lagi. Menjadi kaya itu bukan hanya dibutuhkan niat dan kemauan. Tapi juga dibutuhkan usaha dan proses.
Sadarilah hal itu. :)
Baca Selengkapnya - Mau Jaga Lilin?

Selasa, 29 November 2011

75 Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang


Judulnya bagus, kan? :D Jelas bagus. Sama bagusnya sama isinya. ;)

Anda pernah dengar pengarang buku, Lois P. Frankel, Ph.D ? Mungkin asing di telinga Anda. Sama seperti saya. Saya juga gak tahu itu siapa. Karena saya tidak suka buku-buku berjudul ‘berat’. Apalagi saya sukanya novel. Jadi tahunya Cuma pengarang novel. :D

Tapi pas jalan-jalan di toko buku, saya baca judul buku 101 Kesalahan Perempuan yang Menghambat Karier Mereka karangan Lois P. Frankel. Dan saat itu saya bilang ke mantan untuk mengingatkan membeli buku itu. Dan akhirnya dikasih deh buku itu sebagai kado. Hehehe….

Nah, sejak saya baca buku Lois yang pertama itu, saya jadi suka dengan semua seri buku beliau. Jadi setiap kali Lois mengeluarkan buku, saya wajib beli. Terlebih yang judulnya Nice Girls Don't Get Rich - 75 Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang.”

Kenapa saya tertarik sekali dengan buku itu? Karena saya gak kaya-kaya! Hahahaha…….. Dan setelah saya baca buku itu, saya semakin tahu bahwa banyak hal-hal kecil yang luput dari perhatian dalam mengelola uang yang baik. Dan buku itu tidak hanya dikhususkan untuk perempuan. Pria pun bisa membaca dan menerapkan isi buku itu dalam keseharian mereka.

Kok kesannya saya malah jadi promosi buku ya? Hehehehe…. :D
Bukannya mau promosi, tapi dalam buku itu mengandung banyak pembelajaran hebat. Salah satunya seperti kesalahan nomor 45 yaitu “Menabung, bukan Berinvestasi”

Saya kutipkan beberapa kalimat dalam buku tersebut seperti di bawah ini :

Banyak wanita terlalu berhati-hati dan tidak membuat uang mereka berkembang. Kadang-kadang mereka tidak berinvestasi karena mengalami kerugian pada waktu lalu. Yang lain tidak merasa memiliki pengetahuan yang mencukupi untuk mampu berinvestasi dengan bijaksana. Apa pun alasannya, menyimpan uang dalam sebuah tabungan yang memberikan bunga bisa saja aman, tetapi tidaklah bijaksana.” 

“Kuncinya adalah memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Menabung adalah menumpuk uang Anda, sedangkan berinvestasi adalah membuat uang itu bekerja untuk menghasilkan lebih banyak uang. Menabung menghasilkan jumlah yang sudah ditetapkan berdasarkan tingkat bunga, tetapi berinvestasi memiliki potensi untuk berkembang.”

“Ada aspek penting lain dalam berinvestasi, dan hal itu adalah diversifikasi. Anda mendengar nasihat ‘Jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang.’ Anda mungkin juga mendengar ‘Rentangkan kekayaanmu.” Diversifikasi adalah satu dari sekian cara terhebat untuk bisa menjalankan kedua nasihat itu sekaligus meminimalkan resiko financial Anda. Semua itu mengandung arti bahwa Anda harus mempunyai fortofolio investasi yang sangat seimbang dan lebih mampu menahan arus serta fluktuasi alam dalam pasar financial.

Selain no 45, kesalahan lain yang menarik yaitu no. 42 yaitu “Beranggapan Tidak memiliki Cukup Uang untuk Berinvestasi.”

“Berpikir bahwa Anda tidak memiliki cukup uang untuk membuat perbedaan bukan hanya menggelikan, tetapi juga berbahaya. Sikap seperti itu menciptakan sebuah dilemma. Kalau Anda yakin bahwa Anda tidak memiliki cukup uang untuk diinvestasikan, Anda tidak akan berinvestasi, dan Anda akan tetap tidak mandiri secara financial.”

“Jika Anda menunggu sampai memiliki simpanan $1000 untuk membeli saham atau reksa dana, Anda akan membayar untuk nilai asset yang berlaku pada hari Anda membelinya. Harganya bisa jadi tinggi atau bisa jadi rendah. Namun jika Anda menginvestasikan jumlah yang lebih kecil dan tetap setiap bulan, Anda mengambil keuntungan dari fluktuasi pasar yang normal. Dan secara umum memberi hasil yang lebih baik daripada menginvestasikan jumlah yang besar sekaligus.”

“Jika Anda termasuk jenis orang yang tidak dapat menanam benih di kebun karena waktu yang diperlukan untuk melihat hasilnya terlalu lama, menginvestasikan jumlah yang kecil akan menjadi sulit bagi Anda. Menginvestasikan sejumlah kecil setiap bulan adalah seperti menanam benih, bukan pohon yang sudah jadi. Mungkin tampaknya tidak segera memperlihatkan banyak kemajuan. Namun meningkatkan kesabaran adalah karakteristik yang perlu Anda tumbuhkan jika ingin menjalani kehidupan yang lebih berlimpah.”

Penggalan kutipan di atas menunjukkan bahwa jika Anda ingin kaya, Anda harus berinvestasi daripada menabung. Dan jangan menunda investasi hanya karena Anda merasa tidak memiliki cukup uang. ( penjelasan lebih lanjut bisa baca bukunya langsung ya, *kali ini promosi*)

Nah, pada PruLink sudah terdapat unsur investasi. Tapi bedanya jika menabung di PruLink, Anda tidak hanya berinvestasi tapi juga terproteksi. Dan investasi uang Anda dikelola oleh Manager Investasi handal sehingga Anda tinggal terima beres.

Gak susah, kan? Dan gak ribet. Asal ada niat, semua ada jalan.

Sekarang saya tanya, “Siapa yang gak mau kaya?”

Kalau gak mau kaya, abaikan semua penjelasan dan informasi di atas. Jika mau kaya, Anda harus berani melangkah. Karena balik lagi, semua bukan untuk orang lain, tapi untuk Anda sendiri.

     Masih gak mau berbuat demi diri sendiri?
Baca Selengkapnya - 75 Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang